Jumat, 28 Oktober 2016

SELAMAT JALAN MAS KIKI, Prof. Dr. dr. Faik Heyder



Prof Dr. dr. Faik Heyder, SpB, SpBTKV telah memenuhi panggilan sang Kholiknya/ penciptanya, pada hari Ahada, 23 Oktober 2016, pukul 19:33 WIB di RS.Telogorejo. Dia meninggalkan seluruh yang dimilikinya termasuk anak dan istri tercintanya, Ibu Indri Hapsari, mantan Ratu Kecantikan dari Solo.

Sebagaimana ayahnya Prof. Dr. dr. Heyder bin Heyder yang merupakan pendiri FK Undip dan Unissula serta pendiri Divisi Bedah RS. dr. Karyadi dan Divisi Bedah FK Undip. Divisi Bedah RS. dr. Karyadi merupakan bangunan megah terbaru waktu itu (tahun 67-an). Sedang rumah dinas Prof. Heyder terletak di belakangnya, Jalan Karyadi, hingga bisa tiap saat visite dengan mudah. Seperti dosen bedah kita dr. Bistok Silitonga, rumah dinasnya di sebelah selatan RST. 

Tahun 66-67 saya sering ditimbali/dipanggil Prof. Heyder (Kiki/panggilan akrab dr. Faik masih di SMA I atau di Tk. I FK Undip), saya sering ditimbali. Di samping saya Sekretaris Dewan Mahasiswa, juga saya diberi amanah/diangkat sebagai asisten pertama di FK Unissula untuk mata kuliah Biologi dengan dosennya Mayor Drh. Kenang Muntahar. Saya mengajak teman-teman saya Mas Sajoga, Mas Hasyim (alm) dan Mas Sonhadi (sekarang di Brebes).

PRAKTIKUM HARI MINGGU DAN PEDEKATE KE SOLO

Itulah asisten pertama di FK Unissula, kemudian secara bertahap diangkat Asisten Kimia (Pak Azhar) Fisika Aminudin dan lain-lain. Karena terbatasnya tempat waktu itu praktikum Biologi kita adakan hari Minggu di Seroja. Dari ikan/Cyprinus Carpio, Katak/Rana Spesiosa, Kadal/Mabouya multifasciata, Aves dan Mammalia, dengan tekun diikuti oleh teman-teman angkatan 67 tanpa ada yang protes membawa kotak aluminium dilapisi lilin, dan tiap satu spesies selesai ditutup dengan identifikasi. 

Untuk identifikasi ini nilainya tidak ada yang di atas 5, karena soalnya dibuat oleh Mas Sajogo dan Mas Hasyim begitu sulitnya dan begitu detailnya. Misal jantung/cor, dipilih sekatnya/valvula yang di dalam, bicuspidalis apa tricuspidalis... Otak dipilihkan selaputnya/duramater dan lain-lain. Angkatan 68 agak beruntung karena kita dapat pinjaman laboratorium Biologi di SMEAN Plampitan hingga tidak perlu praktikum hari Minggu lagi. 

Pengalaman tak terlupakan ketika dr. Faik mengadakan pedekate dengan calon istrinya di Solo. Sekitar tahun 70-an saya jadi Ketua Panitia Pagelaran Wayang Orang Ngesti Pandowo gabung dengan beberapa pemain WO Sriwedari Solo (Darsi, Surono dll). Saya sering ke Solo, berangkat dari Semarang sore hari dan pulang malam hari. 

Selesai dari Sriwedari, saya ke daerah Purwosari untuk naik Colt ke Semarang. Saya sudah naik, menunggu penumpang yang lain, tiba-tiba Mas Kiki datang ketebang-ketebang dari arah selatan. "Dari pedekate ya," sapa saya.

SELAMAT JALAN MAS KIKI (dr. Faik)... Semoga husnul khotimah, karya bhaktimu akan terus dikenang oleh masyarakat ausculapius. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan lahir batin.

Foto : Dok. Tempo