Tampilkan postingan dengan label Tausiyah KHP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah KHP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juli 2018

Khotbah Idul Fitri Abu Bakar 2018


NIKMAT DAN KARUNIA DARI ALLAH SWT KEPADA KITA, TERNYATA TAK TERBILANG BANYAKNYA

Begitulah intisari khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Ustadz Drs. Med. H. Abu Bakar, MBA., Sekretaris MUI (Majelis Ulama Indonesia) Semarang Utara, bertempat di Masjid Assalam Jalan Erowati Kokrosono Semarang Utara, Jumat pagi (15/6/2018). Nikmat dan karunia itu antara lain, demikian Pak Abi (panggilan akrab Pak Bakar) merincikan: 

Nikmat karunia kesehatan yang tiada ternilai harganya bagi kita, yang kadang-kadang kita melupakannya, barulah kalau kita sakit ringan sedikit seperti batuk, pilek, influenza yang berakibat terganggunya aktivitas kita, barulah kita menyadari betapa tinggi, betapa besar nilai karunia kesehatan bagi kita. 


Karunia ketentraman rumah tangga kita, karunia keamanan lingkungan kita, karunia ketertiban kota kita, karunia kita dijauhkan dari musibah dan bencana, yang akhir-akhir ini terdengar bersahut-sahutan di berbagai belahan bumi kita. Ada gempa bumi, ada tanah longsor, ada banjir, ada suhu yang amat sangat menyengat, dan sebagainya. 

Alhamdulillah kita di Semarang ini dijauhkan dari berbagai bencana tersebut. Memang kalau kita mau menghitung nikmat dan karunia dari Allah SWT kepada kita ternyata tiada terbilang banyaknya. 


Wa in ta'udduu ni'matalloohi laa tuhsuuhaa (QS 16/An-Nahl ayat 18).


Pak Bakar juga menjelaskan filosofi Jawa tentang Idul Fitri, yang berarti pula Lebaran, Leburan, Luberan dan Laburan, yang dikenalkan oleh Sunan Kalijaga, salah seorang dari Walisongo, penyebar Agama Islam di tanah Jawa. 

Jamaah sholat Idul Fitri yang datang dari kelurahan Bulu Lor dan Pendrikan ini tampak tidak tertampung di masjid, hingga meluber ke halaman masjid, ujung Jalan Erowati dan Jalan Noyorono. 

Sabtu, 04 Juli 2015

Al Qur'an Memberi Syafaat


Al Qur'an Memberi Syafaat (Foto : Ema Farida)
Besok pada hari qiyamat, Al Qur'an akan memberi syafaat (pertolongan) kepada orang-orang yang membacanya. Dari A'isyah ra, Nabi bersabda,''Bacalah Al Qur'an, ia akan memberi syafaat bagimu pada hari qiyamat.'' (HR Muslim)

Nabi bersabda; ''Bacalah Al Qur'an, sesungguhnya ia adalah pemberi syafaat dan dapat dimintai syafaatnya, ia adalah saksi yang dibenarkan, dan sesungguhnya tiap ayat darinya akan menjadi cahaya pada hari qiyamat.'' (HR Baihaqi)

Dikirim oleh Bapak KH. Zuhri Al-Amin - anggota dan narasumber KHP Semarang, pensiunan Anggota DPR RI.

Jumat, 03 Juli 2015

Doa untuk Saudara

komunitas hpmu pahalamu
Harry Affandi, SH, MBA, MH
Rasulullah SAW bersabda : "Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah mustajab. Di atas ubun-ubun orang yang berdoa, Allah itu ada dan satu adanya yang memiliki sifat-sifat sempurna, sebagaimana penjelasan di bawah ini :

Wa maa min Ilaahin illallooh (QS.3/Aali Imron, 62) artinya "Dan tidak ada Tuhan selain Allah (semoga Allah mengabulkan) dan malaikat itu juga berkata 'Semoga engkau mendapatkan juga seperti yang kau mohonkan untuk saudaramu.'" (HR.Muslim dari Anas bin Malik ra.).

Dikutip dari Kitab Riyadhush Sholihin bab Doa untuk Saudara Sesama muslim, oleh Bapak H. Harry Afandi, SH, MBA, MH - Kepala BTS 13 KHP Semarang

Benar-benar SMS (Serasa Mengaji dan Silaturahmi)

Selasa, 30 Juni 2015

Tingkatan Pahala Bagi Orang yang Membaca Al-Qur'an

Tingkatan Pahala Bagi Orang yang Membaca Al-Qur'an (Foto : Ema Farida)
Untuk yang membaca di luar sholat :
- tanpa wudhu, akan mendapat sepuluh kebaikan untuk setiap hurufnya.
- dengan berwudhu, akan mendapat 25 kebaikan untuk setiap hurufnya.

Untuk yang membaca di dalam sholat, akan mendapat 50 kebaikan untuk setiap hurufnya. (Ali Bin Abi Tholib karromalloohu wajhah)

Karena itu, wudhu lah sebelum membaca Al-Qur'an.


Komunitas HPmu Pahalamu (KHP)


Jumat, 26 Juni 2015

Birrul Walidain

KHP HPmu Pahalamu
Slamet Sarjono
Birrul Walidain ketika orang tua kita sudah wafat :
> Anak yang sholeh pasti mendoakan orang tuanya. 
> Membayarkan atau tunaikan janji-janjinya yang belum terlaksana. "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (janji-janji) baik kepada Allah SWT maupun manusia itu..." (QS.5:1).
"Jiwa seorang Mukmin itu tertahan (masuk surga) disebabkan hutangnya, sehingga hutangnya itu dilunasi terlebih dahulu." (HR.Bukhari & at-Tirmidzi). Astaghfirullah al adzim

Bagaimanapun kondisi orang tua kita wajib Birrul Walidain dan bersyukur "... Bersyukurlah kepada-KU dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-KU-lah kembalimu." (QS.31:14).  
"Sesungguhnya di antara kebaikan yang paling baik adalah seseorang menjalin hubungan (bersilaturahim) dengan orang-orang yang disukai oleh ayahnya setelah ia (sang ayah) meninggal dunia." (HR.Muslim).
Rasulullah SAW bersabda : "Allah melaknat orang yang mendurhakai kedua orang tuanya":  (Mari kita lihat QS.17:23:)

Dikirim oleh : Bapak H. Slamet Sarjono - Anggota KHP Semarang, Pensiunan Factory Manager PT. Kubota Indonesia

10 Macam Tangis Menurut Imam Ibnul Qoyyim

HPmu pahalamu
10 Macam Tangis Menurut Imam Ibnul Qoyyim (Foto : Rizki Yulianto)
Mata berbicara ketika hati sedang terluka/ada dilema. Imam Ibnu Qayyim membagi beberapa macam tangisan, yang secara umum tergolongkan menjadi sepuluh :

1. Tangisan Kasih Sayang
2. Tangisan Takut dan Khawatir
3. Tangisan Cinta/Rindu
4. Tangisan Gembira
5. Tangisan Terkejut dengan datangnya sesuatu yang menyakitkan dan ketidaksanggupan untuk memikulnya
6. Tangisan Sedih
7. Tangisan Lemah, tidak mampu
8. Tangisan Kemunafikan. Bentuk tangisan kemunafikan adalah mata meneteskan air mata sementara hatinya membatu. Yang bersangkutan memperlihatkan kekhusyukan padahal dia adalah orang yang paling keras hati nya.
9. Tangisan Palsu dan tangisan orang dibayar. Hal ini seperti tangisan wanita yang berteriak-teriak lantaran meminta bayaran..
10. Tangisan Solidaritas. Bentuknya, seseorang yang melihat orang lain menangis lantaran sesuatu yang menimpa mereka.

Dikirim oleh : Bapak Didik - Kepala BTS 21 KHP Purwokerto 

Minggu, 21 Juni 2015

Berkomunikasi dengan Allah Saat Sholat


Hal tersebut sangat penting dilakukan agar sholat kita lebih berkualitas, lebih khusyu. Maka kita harus memahami ayat-ayat yang kita baca. Usahakan saat membaca ayat-ayat disertai dengan DOA di dalam hati. Agar khusyu maka jangan sholat dengan tergesa-gesa.

Dikirim oleh : Bapak Ihsanudin, anggota KHP Tegal, yang sudah tujuh kali khatam Terjemah Al-Qura'n.

Benar-benar SMS (Serasa Mengaji & Silaturahmi)

Celaka untuk Tiga Golongan Orang Ini

Ketika Rasulullah Saw naik mimbar, setiap naik tangga (dibisiki Malaikat Jibril) agar mengatakan aamiin.

Naik tangga I : "Celakalah bagi mereka yang mendapati Ramadhan, yang penuh keberkahan tanpa mendapatkan keampunan" dijawab aamiin.

Naik Tangga II : "Celaka bagi orang yang menyebut namamu tetapi tidak bershalawat kepadamu" dijawab aamiin.

Naik Tangga III : "Celaka bagi mereka yang masih mempunyai kedua ibu bapak atau salah seorang dari mereka berdua yang telah mencapai umur tua dan orang itu tidak dapat berbuat baik kepadanya" dijawab amin (HR. Bukhari; Al Hakim).

Dikirim oleh : Bapak Drs. H. Slamet Sarjono, BIM - Anggota dan narasumber KHP Semarang, Pensiunan Factory Manager PT. Kubota Indonesia