Kamis, 19 Januari 2017

Kuliah WA - Mengenal "Main Product" dan Merumuskan "Price"




BAGIAN 3

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Robbii zidnii 'ilman, Warzuqnii fahman 

Ya Allah tambahlah ilmu padaku, dan karuniakanlah kepahaman bagiku.

Kita sampai pada P yang pertama dari 4P yaitu PRODUK. Kalau dalam menjelaskan saya menyebut nama-nama brand atau merk, itu sama sekali bukan sponsor, tapi agar penjelasan saya mudah dan jelas dimengerti oleh teman-teman.

Sebelumnya kita sampai pada pengertian consumer goods dan industrial goods. Penjelasan saya atas pertanyaan Mbak Najwa, pengusaha cetak dan sablon. Kemudian ada yang disebut "seasonal product" atau produk musiman. Misalnya sirup, sepatu anak, tas sekolah, penerbangan, dan lain-lain.

Mengapa disebut produk musiman? Karena pada waktu tertentu, demand atau permintaannya meningkat, sehingga (kalau kita "bermain"/berusaha/punya produk semacam ini) kita harus siap stok barang sebanyak-banyaknya dan memainkan strategi pemasaran sebaik-baiknya menjelang dan pada waktu itu.

BAGIAN 4

Jelasnya begini :
  • Sirup, demand terbesar pada bulan Ramadan/Puasa.
  • Sepatu (anak) dan tas sekolah, demand meningkat pada tahun ajaran baru.
  • Penerbangan, transportasi dan akomodasi/hotel, demand meningkat pada saat liburan, Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.
Kalau produk yang kita pasarkan memiliki sifat-sifat seasonal/musiman seperti tiga contoh di atas, maka menjelang datangnya saat itu kita harus menyiapkan dan meningkatkan produksinya, meningkatkan promosinya, dan lain-lain

MAIN PRODUCT

Ini kedudukan produk dalam suatu perusahaan dibanding produk lain yang dihasilkan oleh perusahaan itu juga. Jelasnya begini :

Pabrik rokok Djarum memiliki main product/produk utama "Djarum Filter". Pendapatan pabrik ini terbesar dari produk ini, sedang yang lain (Djarum Kretek 76, LA Filter dan lain-lain) sekadar tambahan. Sido Muncul punya produk utama Tolak Angin, Konimex punya Inza, dan lainnya.

Mereka menganggarkan biaya promosi untuk produk utama ini lebih besar dari produk yang lain. Mereka mempertahankan produk utama itu agar tidak merosot pemasarannya karena mrupakan pendapatan terbesar bagi perusahaan itu.

BAGIAN 5 

PRICE

Kita tinggalkan P yang pertama tentang Produk, meski sebenarnya masih banyak yang perlu kita dalami, terutama aplikasinya/penerapannya pada usaha kita. Nanti setelah P yg ke-4 kita dalami kembali P yang pertama tadi.

Price/harga produk yang kita pasarkan ditentukan oleh kita atau pemilik usaha.
Ada beberapa cara menentukan price/harga:
  1. Untuk produk jadi, cara sederhananya adalah harga pokok + laba yang kita rencanakan = harga jual. Misalnya buku tulis harga beli Rp 10 ribu, harga jual Rp 12ribu, laba Rp 2 ribu.
  2. Produk yang kita produksi, paling tidak ada dua cara : cara empiris di pasar, dan cara "Hitungan/Kalkulasi"
Kita lihat di pasar, produk sejenis yang kita produksi harga berapa? Kalau orang lain bisa jual dengan harga sekian, kitapun bisa, tinggal policy harga kita mau sama, di atas atau di bawahnya.

Cara Empiris di Pasar

Harga di bawah harga pasar (dengan maksud agar produk kitalah yang dipilih oleh konsumen) berarti kita telah melaksanakan sebagian dari P yang ke-4 (Promotion).

Harga di atas harga pasar (harus hati-hati, jangan sampai produk kita ditinggal konsumen) harus dibarengi dengan promotion mix (P yang ke-4) yang terencana baik dan nilai tambah produk/value added yang meyakinkan. Di sinilah kolaborasi P1, P4, P2 & P3 (place), makanya disebut Marketing Mix (Bauran Pemasaran).

Pertanyaan anggota WA Group : 
Kalau kita main harga bukannya lama-lama rugi, Pak? Nggak sehat.

Yang Anda maksud "main harga" adalah harga di bawah harga pasar? Semuanya harus dihitung. Apabila kita "launching new product" (meluncurkan produk baru) kita perlu P yang ke-4 yaitu promotion yang meliputi: Personal selling, Publicity, Advertising dan Sales Promotion. Keempatnya disebut Promotion mix (bauran promosi).

Saya katakan semua usaha, termasuk UMKM pun, kalau mau sukses dalam pemasaran harus memakai strategi 4P/Marketing Mix yang berarti melaksanakan Promotion mix juga (dalam skala/volume yang berbeda satu sama lain. Misalnya seorang pemuda membuka Usaha Pangkas Rambut di jalan tertentu, setelah dua bulan ia mengeluh "sepi". Saya nasehati:

  1. Mbok buat selebaran 1/2 folio, dibagi ke rumah-rumah.
  2. Mbok cari satu hari, atau beberapa hari harga diturunkan, Anda pasang poster yang bisa dibaca oleh orang lewat dengan tulisan "Pangkas Rambut hanya Rp 12 ribu. Dia selama ini pasang tarif Rp 20 ribu sementara yang lain hanya Rp 15 ribu.
  3. Mbok titip pengumuman di WA group yang ada di sini.
Tiga hal advice saya itulah promotion mix untuk usaha setingkat pangkas rambut tadi. Harga di bawah pasar berarti melakukan promosi dalam bentuk diskon, dilaksanakan tidak selamanya, dihitung masih dalam batas-batas wajar dan tetap untung.

Cara Kalkulasi

Hitunglah seluruh harga bahan baku yang dipakai untuk membuat satu unit/buah produk yang diproduksi Rp H (bahan baku saja).

Harga jual ditentukan 10/6 H, artinya bahan baku = 60% dari harga jual. Ada 40% untuk :
  • 10% untuk Cost of Production
  • 10% untuk Cost of Marketing
  • 10% Profit/laba
  • 10% Lain-lain (pajak dll)
Penjelasannya pada episode selanjutnya ya.

Komentar anggota WA Group : 
Maturnuwun ilmunya pak Abu 🙏🙏, ditunggu episode selanjutnya👍
Ilmunya pak abu ini luar biasa, hari ini saya termasuk salah satu tamu beliau 😁
Saya banyak belajar khususnya di Advertising, usaha yang saya jalankan sekarang. Beliau sudah membuat iklan tv bahkan sebelum saya lahir 😁 KulWA yang beliau sampaikan ini sangat penting, karena sifatnya mendasar.

Foto : Dok. 123RF
Kuliah WA ini disarikan dari Whatsapp Group TDA, dengan pemateri Drs. Med. H. Abu Bakar, MBA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar