Minggu, 22 Januari 2017

Perbedaan Publisitas, Advertorial dan Iklan

publisitas abu bakar

STRATEGI PEMASARAN BAGIAN 11

PUBLICITY

Jenis kedua dari promotion mix setelah "Personal Selling" yang sudah kita bahas, adalah Publicity atau Publisitas. Yaitu promosi menggunakan media, berupa berita / news, tetapi tidak berbayar / not paid / bukan iklan.

Contoh menarik hari ini (3/12/2016) di Harian Suara Merdeka halaman 5 (Ekonomi Bisnis) ada berita berjudul "JNE Tingkatkan Layanan Supercepat" ukurannya 5 kolom x sekitar 80mm. Seperti kita ketahui, JNE adalah nama brand yang cukup kondang di industri ekspedisi / jasa kiriman melampaui pendahulunya Pos, Elteha dan Tiki, sementara banyak pendatang baru di industri ini sejalan dengan terus berkembangnya bisnis online di tanah air.

Dalam menerapkan strategi pemasaran, di bidang "Place", JNE membuka kantor di berbagai tempat yaitu di Jalan Hasanudin, Gendingan, Tanjung Mas, Kiai Saleh dan lainnya. Beberapa media cetak membakukan Publicity ini menjadi kolom Advertorial yang sudah barang tentu berbayar lengkap dengan tarif per halaman, 1/2 halaman, berapa kolom, hitam putih atau berwarna. Bedanya dengan iklan, pada advertorial, body text-nya bisa panjang, bahasa penulisannya mirip artikel / berita.

Publisitas ini banyak dipergunakan oleh berbagai coy / company / perusahaan terutama dalam tema-tema "corporate image" untuk meningkatkan citra perusahaan, launching new product. Biasanya perguruan tinggi, SLTA dan pendidikan lain, rumah sakit dan lainnya. Publisitas ini bisa pula diterapkan di media TV, radio & media sosial.

ADVERTISING

Kalau personal selling adalah aktivitas promosi yang tidak menggunakan media, publisitas menggunakan media tetapi tidak berbayar, meski dalam perkembangannya menjadi advertorial yang berbayar, maka advertising / periklanan menggunakan berbagai media yang semuanya berbayar baik materi yang digunakan (jingle, commercial film dan lainnya) maupun placing atau pemasangannya di berbagai media.

Coy atau perusahaan bisa bekerja sama dengan biro iklan / perusahaan periklanan yang sudah piawai menangani periklanan ini, baik pemilihan medianya maupun penyusunan media plan berikut Rancangan Anggaran Periklanannya. Apabila tidak menggunakan jasa biro iklan, maka coy harus mengumpulkan data media, melalui media directory  /media scene, internet ataupun langsung menghubungi perusahaan media itu (surat kabar, majalah, radio, tv dan lainnya).

Ilustrasi : Tangkapan layar Suara Merdeka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar